Load Balancing Menggunakan 2 Line Speedy / ISP dengan Mikrotik

saya sudah coba diterapkan pada warnet teman saya menggunakan 2 speedy dan dapat dengan hasil speed 2x lipat.. lumayan.. apa lagi 5 speedy.. wow maknyuss neh speednya.. So langsung aja pada prakteknya..!!!

Disini kita tentukan dahulu Ip address masing-masing interface,

asumsi ip address di mikrotik kita adalah

lb1

Local              : 192.168.0.1/24
Line1              : 192.168.11.1/24

Line2             : 192.168.22.2/24

/ ip address
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local comment=”” \
disabled=no
add address=192.168.11.1/24 network=10.111.0.0 broadcast=192.168.11.155 interface=Line1 \
comment=”” disabled=no
add address=192.168.22.2/24 network=10.112.0.0 broadcast=192.168.22.255 interface=Line2 \
comment=”” disabled=no

router punya 2 upstream (WAN) interfaces dengan:

ip address 192.168.11.1/24 dan 192.168.22.2/24.

interface LAN dengan nama interface “Local”

ip address 192.168.0.1/24

Buat mangle untuk  mentandai koneksi

/ ip firewall mangle

add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,0 \
action=mark-connection new-connection-mark=odd passthrough=yes comment=”” \
disabled=no

add chain=prerouting in-interface=Local connection-mark=odd action=mark-routing \
new-routing-mark=odd passthrough=no comment=”” disabled=no

add chain=prerouting in-interface=Local connection-state=new nth=1,1,1 \
action=mark-connection new-connection-mark=even passthrough=yes comment=”” \
disabled=no
add chain=prerouting in-interface=Local connection-mark=even action=mark-routing \
new-routing-mark=even passthrough=no comment=”” disabled=no

Buat Rule NAT

/ ip firewall nat
add chain=srcnat connection-mark=odd action=src-nat to-addresses=192.168.11.1 \
to-ports=0-65535 comment=”” disabled=no
add chain=srcnat connection-mark=even action=src-nat to-addresses=192.168.22.2 \
to-ports=0-65535 comment=”” disabled=no

Buat Routing nya

/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=odd \
comment=”” disabled=no
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.112.0.1 scope=255 target-scope=10 routing-mark=even \
comment=”” disabled=no
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.112.0.1 scope=255 target-scope=10 comment=”” \
disabled=no comment=”gateway for the router itself”

oke aku kasih penjelasan sedikit teorinya yg saya dapet di forum mikrotik

Pemahaman Saya Mengenai Nth:

Pada dasarnya koneksi yang masuk ke proses di router akan menjadi satu arus yang sama, walaupun mereka datang dari interface yang berbeda. (well, this one is debatable)

Saat kita ingin menerapkan metode Nth, tentunya kita juga memberikan batasan ke router untuk hanya mem-proses koneksi dari sumber tertentu saja (ex. dari IP lokal).

Nah, begitu router telah membuat semacam ‘antrian’ baru untuk batasan yang kita berikan diatas, baru proses Nth dimulai.

Every

Angka Every adalah jumlah kelompok yang ingin dihasilkan. Jadi bila kita ingin membagi alur koneksi yang ada menjadi 4 kelompok yang nantinya akan di load balance ke 4 koneksi yang ada, maka angka Every = 4.

Namun, setelah saya bandingkan manual yang ada di Mikrotik dengan penjelasan tentang penerapan Nth di Linux, ada perbedaan disini.

Pada Mikrotik, angka Every harus dikurangkan 1, hingga bila mengikuti contoh diatas, maka kita harus mengisikan Every = 3. Hal ini mungkin dikarenakan proses Nth di Mikrotik akan menerapkan Every+1 (lihat manual) pada pengenalan koneksinya.

Jadi, kesimpulan sementara saya, bila kita ingin membagi 4 kelompok, maka :

– Pada Linux, Every = 4
– Pada Mikrotik, Every = 3

Counter

Angka Counter dapat diisikan angka 0-15. Maksudnya adalah menentukan counter mana yang akan kita pakai. Pada Mikrotik terdapat 16 Counter yang dapat dipakai, hal ini juga sama dengan penerapan yang ada di Linux.

Jadi, saya rasa, angka ini dapat diisikan sesuai dengan pilihan kita. Namun, saya rasa harus diteliti lagi apakah diantara 16 counter yang ada tersebut dapat menghasilkan hasil yang berbeda atau tidak.

Edit : Setelah Diskusi dengan bro D3V4, ternyata penerapan counter cukup berpengaruh. Jadi kesimpulan sementara, counter sebaiknya diset ke every+1 untuk Mikrotik

Packet

Nah, kita sampe ke parameter terakhir. Parameter terakhir ini yang cukup menentukan.

Bila kita ingin membuat 4 kelompok, tentunya kita harus membuat 4 mangle rules. Nah, pada rules tersebut, angka untuk Every dan Counter haruslah sama. Namun untuk angka packet harus berubah.

Untuk 4 kelompok, berarti angka packet untuk 4 rules tersebut adalah 0,1,2 dan 3. Angka ini ditentukan dari 0 … (n-1).

Penerapan angka Packet untuk Linux dan Mikrotik sama.

Contoh

Mari kita ambil contoh untuk penerapan Nth untuk 4 koneksi. Maka Angka Nth untuk masing2 rule di Mikrotik adalah (counter yg dipakai adalah 4) :

Rule 1 = 3,4,0
Rule 2 = 3,4,1
Rule 3 = 3,4,2
Rule 4 = 3,4,3

Kesimpulan

Penerapan Nth untuk pengenalan koneksi di Mikrotik dan Linux sangat bermanfaat, terlebih untuk proses Load Balance.

Selain yang biasa kita pakai untuk load balance antar beberapa koneksi, juga diterapkan untuk Load Balance Web Server, biasa diterapkan untuk site yang besar seperti Yahoo, Google, dll.

Tolong dikoreksi bila terdapat kesalahan, Mudah2an bermanfaat yah…

4 thoughts on “Load Balancing Menggunakan 2 Line Speedy / ISP dengan Mikrotik

  1. Thanks sebelumnya udah dikasih penjelasan, seandainya artikel ini di lengkapi dengan gambar mungkin akan lebih mudah untuk newbie kaya ogut mencoba ngerti…

    regard

    aibifai

  2. thanks sebelumnya, penjelasan diatas kan NAT untuk outgoing kalo incomingnya gimana apa cuman di tambahi “connection-mark” aja di NAT incomingnya ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s